Sunday, December 27, 2015

11

Sedih.

Rasa yang mungkin sudah tak terbendung lagi.
Penat menahan sakit di dalam jiwa menyebabkan semuanya jadi serba tak kena.
Perasaan yang telah dikuburkan ini akhirnya kembali lagi.
Bahkan bertambah lebih buruk sebenarnya seakan ingin melawan takdir kehidupan.

Bermula dari sekecil-kecil perkara pun aku boleh menangis.
Rasa loser sangat sebenarnya sebab asyik cerita pasal masalah kat orang.
Orang lain pun ada masalah jugak tapi kenapa mereka masih boleh bertahan?
Dan aku, sibuk memikirkan sekecil-kecil masalah ku ini?

Mungkin sebenarnya aku tak pernah jujur pada diri aku sendiri.
Tak pernah memberi ruang untuk hati dan akalku menyatakan hasratnya selama ini.
Sentiasa mendahulukan orang yang berada di sekeliling aku berbanding perasaan aku sendiri.
Dan akhirnya aku terhanyut dengan segala pengharapan yang ditaburkan kepada aku.

Sesak dibuatnya hidup umpama robot menjalani hari-hari.
Kehidupan selama dua minggu ini sangat huru-hara rasanya.
Iman banyak turun dari naiknya bahkan amalan pun tunggang langgang jadinya.

Mengapa manusia sering melihat ukuran dunia?
Mengapa manusia sering memburuk-burukkan sesama yang lain?
Mengapa manusia yang tidak sempurna sering mengharapkan kesempurnaan dari orang lain?

Oh Tuhannnnn.
Sesungguhnya hamba-Mu sudah tak mampu bertahan.
Kurniakanlah diriku jalan yang terbaik untuk menghadapi semua ini.
Kurniakan aku hati yang kuat dan redha atas segala ketentuan-Mu.

* * *

To the one that I love so much.
Thank you for being there for me.
Through thick and thin of my miserable life.

No comments:

Post a Comment